3 Unsur Larangan Judi

agen bola – Dilihat dari hukum negara maupun hukum agama (Islam), judi merupakan tindakan yang dilarang oleh keduanya. Dalam hukum di Indonesia judi ditetapkan sebagai tindak pidana kejahatan. Sementara dalam Hukum Islam judi didapuk sebagai dosa yang besar yang merupakan perbuatan setan.

Dari kedua kacamata di atas judi sungguh dilarang. Melakukan perbuatan judi berarti sama saja kita telah melanggar kedua hal di atas. Melanggar aturan agama dan juga melanggar aturan negara. Kenapa hal tersebut dilarang?

Mari kita kupas unsur larangan judi dalam ulasan di bawah ini. Judi dapat dilarang tentu karena banyak menimbulkan hal-hal buruk atau tercela. Kira-kira apa saja keburukan dalam judi sehingga hal itu dilarang. Simak yuk, ulasan tentang larangan judi di bawah ini!

Materi

Diakui atau tidak, judi adalah jalan pintas untuk mendapatkan materi. Tetapi apakah dalam berjudi Anda bisa tidak bermodal sama sekali, tentunya tidak. Judi adalah petaruhan. Berapa banyak yang Anda pertaruhkan maka semakin besar peluang mendapatkannya ketika menang. Anda catat baik-baik kalimat “ketika menang” tersebut. Anda akan mendapatkan untung ketika menang, itu betul sekali. Untung secara materi.

Unsur larangan judi yang pertama kita ulas adalah soal materi. Kabar buruknya adalah ketika kalah. Ketika kalah maka modal Anda akan habis atau setidaknya berkurang. Implikasinya apa? Implikasinya cenderung tidak membuat Anda menghentikan niat untuk berjudi melainkan justru tumbuh perasaan untuk mengembalikan materi yang sudah dikeluarkan. Semakin hari semakin dalam rasa kenginan untuk terus berjudi.

Yang terjadi biasanya justru sebaliknya. Materi uang atau uang yang disiapkan untuk judi mulai habis sementara Anda sudah terbiasa dengan perjudian. Untuk membangun pemikiran yang positif dan mencari cara lain dalam memperoleh pemasukan rasanya sudah buyar. Sudah tidak ada semangat karena sudah dirasa melelahkan dan susah. “Ngapain kerja capek-capek kalo judi saja aku bisa dapet lebih banyak tanpa capek” begitu biasanya mereka akan berdalih.

Materi merupakan unsur larangan judi yang utama sebab hal ini yang melatarbelakangi dan mendorong orang-orang untuk berjudi. Ketika judi mulai dibiasakan dalam hidup Anda maka akan sangat sulit untuk menghentikan kegiatan tersebut. Rasa penasaran dan dendam untuk mengembalikan uang modal akan terus membara. Jadi rasa ingin cenderung membesar bukannya mengecil atau musnah. Omongan orang lain yang menasihatinya juga cenderung diabaikan.

Hasrat menggebu ingin mengembalikan uang modal terus terjadi. Namun hasrat tersebut tak kunjung terjadi. Modal yang awalnya sedikit malah kian membesar dan akhirnya habis. Ketika habis maka kecenderungan pemain judi adalah menjual apa yang ada. Cara berpikir mendapatkan sesuatu dengan cara instan sudah terbentuk. Begitulah kenapa materi menjadi salah satu unsur larangan judi.

Keluarga

Dalam kehidupan keluarga sudah sepantasnya Anda atau kita semua saling menghargai satu sama lain. Saling bertenggang rasa dan memikirkan keperluan anggota keluarga yang lain. Ketika salah satu anggota keluarga Anda ada yang berjudi maka hampir bisa dipastikan di dalam rumah kehidupannya cukup terganggu. Berjudi akan membawa seseorang antipati terhadap hal lain. Skala priotitas dalam hidupnya sudah bergeser.

Unsur larangan judi keluarga maksudnya adalah dampak-dampak dalam keluarga yang melandasi kenapa agen bola itu dilarang. Kerugiannya ada dua yakni moral dan materiil. Orang berjudi yang kalah dan ingin mulai berjudi lagi namun kehabisan uang cenderung akan pulang hanya untuk meminta uang tanpa peduli uang yang ia minta sebenarnya akan diperuntukkan untuk apa.

Bayangkan misalnya uang untuk keperluan listrik atau sekolah anggota keluarga lain harus dipindah alokasinya hanya untuk keperluan berjudi. Belum lagi jika ternyata ketika pulang tidak ada uang cash. Apa yang biasanya mereka lakukan? Tepat, mereka akan menjual apa saja yang dirasa paling cepat laku dan memiliki nilai ekonomis.

Memicu Tindak Kriminal Lain

Unsur larangan judi lainnya adalah dapat memicu adanya tindak kriminal lain. Orang yang kalah berjudi dan pulang tetapi tak menemukan satu barangpun yang akan dijual tentu akan membuatnya frustasi. Dalam arti bahwa ia sedang membutuhkan uang yang cepat namun tak ada. Orang yang sedang menghadapi situasi demikian cenderung tetap mencari cara cepat tanpa memikirkan risiko dibelakangnya.

Misalnya mencuri, cara cepat pertama adalah mencuri. Dia akan pergi untuk berusaha menemukan apa saja yang bisa mereka curi. Entah itu dalam bentuk barang maupun uang. Dia akan mengamati sekelilingnya dan mulai memperhitungkan kesempatan serta peluang keberhasilan pencuriannya. Pikirannya sudah digelapkan oleh keinginan instannya sendiri. Mencuri bisa jadi dilatarbelakangi oleh perjudian.

Unsur larangan judi ini tidak berhenti pada potensi mencuri. Namun dapat berkembang pada tindak kriminal lain. Tindakan kriminal yang makin tidak terkontrol ini juga akan mengganggu stabilitas hubungan keluarganya sendiri pastinya. Anggota keluarga lain akan terganggu dengan kebiasaan yang demikian. Cenderung konsumtif terhadap materi atau uang sementara hasilnya tidak menentu bahkan lebih sering merugi atau buntung.

Dari ulasan singkat di atas tentang latar belakang maupun dampak yang mungkin terjadi dari kegiatan berjudi sudah dapat Anda pelajari arah kerugian dan keuntungannya. Jika untung, Anda dapat membawa pulang uang. Namun tetap mengandung persoalan karena Anda mengenal istilah berkah. Apakah uang dari hasil berjudi mengandung keberkahan?

Unsur larangan judi memberi informasi bahwa pantas saja judi dilarang karena dampaknya yang cukup besar terhadap kehidupan kita semua.